Proses Pembuatan Antena Kaleng.

Antena Kaleng

Antena Kaleng mempunyai nama asal Tin Can Antenna. Sesuai dengan namanya, antena ini dibuat dari kaleng berbentuk bulat. Antena kaleng ini cukup tenar dan berjaya pada awal awal kelahirannya 2,4 GHz di Indonesia. Pada masa berikutnya, antena ini bersaing melawan antena dengan bentuk bentuk yaang lain untuk mendapatkan penggermarnya.  Antena ini dibuat hanya dari kaleng bulat dan N-Konektor engan bagian inner yang diperpanjang.

Pembuatan Antena Kaleng

Berikut ini merupakan alat dan bahan yang dipersiapan untuk membuat sebuah antena kaleng.

1. Sebuah kaleng dengan panjang 17,5 cm dan diameter 10 cm.

2. Konektor SMA.

3. Konektor N Plug (TNC Plug Connector RG 58 CRMPG) yang digunakan untuk menghubungkan ke kabel.
4. Konektor N (TNC Connector segel chasis).

5. Kabel coaxial RG-58 yang mempunyai panjang sekitar 2,5 meter.

6. Kawat tembaga yang diambil dari inner kabel coaxial RG-8 sepanjang 3,1 cm.

7. Baut dan mur.

8. Isolasi listrik.

9. Penggaris.

10. Obeng.

11. Gunting.

12. Solder.

13. Bor atau tukul untuk membuat lubang.

Berikut langkah – langkah pembuatan antena kaleng :

    1. Mengabungkan konektor N atau TNC connector segel chasis dengan kawat tembaga yang diambil dari inner kabel coaxial RG-8 dengan menggunakan solder.

 

       2Memasukan konektor N yang telah dipasang kawat tembaga ke kaleng yang telah dilubangi                     menggunakan bor atau tukul dan dikencangkan menggunakan mur dan baut.

 

        3.  Menyambungkan kabel coaxial RG-58 dengan konektor N Plug dengan mengupas dahulu kabel        bagian luarnya sehingga dapat masuk ke konektor N Plug.

4. Sama seperti langkah 3, menggabungkan kabel coaxial RG-58 tetapi ke konektor SMA.
 5Setelah dipasang ke dua konektor ditutup menggunakan isolasi listrik. Sehingga hasil akhir       antena kaleng sebagai berikut.

                Berikut foto kelompok saat kerja kelompok :


                   Kesimpulan

Antena kaleng mampu meningkatkan kemampuan dalam menangkap sinyal wireless. Sehingga sinyal tidak naik turun pada saat diakses. Juga dapat membuat kecepatan internet akan semakin bertambah.

Beberapa kendala yang ditemukan pada saat pembuatan antena kaleng :

1. Susahnya mendapatkan konektor N, konektor N Plug, dan konektor SMA.

2. Kesulitan membuat lubang untuk konektor N dikarenakan tidak memiliki bor, sehingga menggunakan obeng dan tukul.

3. Dalam membuat posisi lubang mengalami kesulitan karena software Cantennator tidak dapat dijalankan pada OS 32 bit maupun 64 bit, sehingga mencari hasil antena kaleng orang lain yang mempunyai ukuran yang sama dengan kaleng milik kami.

4. Dalam pemasangan kabel coaxial RG-58 ke masing – masing konektor mengalami kesulitan karena setelah diisolasi kabel dapat terlepas dari konektor.